Cara Mencegah Pertumbuhan Alga di Tangki Air Plastik

Cara Mencegah Pertumbuhan Alga di Tangki Air Plastik

Tangki air plastik memang praktis, kuat, dan banyak dipakai di rumah-rumah. Tapi ada satu masalah yang cukup sering muncul: pertumbuhan alga. Alga muncul sebagai lapisan hijau, kecokelatan, atau kehitaman yang menempel di bagian dalam tangki air. Kalau dibiarkan, bukan hanya membuat air terlihat kotor, tetapi juga bisa memicu bau tidak sedap, membuat air tidak higienis, dan mempercepat kerusakan tangki.

Masalahnya, banyak orang baru sadar ada alga setelah air mulai berubah warna. Padahal, pertumbuhan alga bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Berikut panduan lengkap dari tim profesional Toren.iD agar tangki air plastik tetap bersih, higienis, dan bebas alga dalam jangka panjang.

Mengapa Alga Mudah Tumbuh di Tangki Air Plastik?

Alga tumbuh karena tiga hal: air, cahaya, dan nutrisi. Ketika tangki air terkena paparan sinar matahari secara terus-menerus, suhu air di dalamnya naik, dan kondisi ini menjadi lingkungan ideal bagi alga untuk berkembang.

Material tangki plastik yang tipis juga memungkinkan sedikit cahaya masuk. Jika ditambah dengan sisa sedimen atau kotoran air, alga punya “makanan” untuk terus tumbuh. Inilah mengapa tangki air plastik lebih rentan muncul alga dibanding tangki stainless, meskipun keduanya tetap perlu perawatan.

Pastikan Tangki Air Tidak Terkena Cahaya Matahari Langsung

Langkah paling efektif untuk mencegah alga adalah menghalangi cahaya matahari masuk ke tangki. Banyak rumah memasang tangki di atas genteng tanpa pelindung apa pun, padahal sinar matahari langsung adalah penyebab nomor satu munculnya alga.

Jika memungkinkan, pasang atap peneduh atau rumah-rumahan kecil di atas tangki. Cukup menggunakan rangka besi ringan dan atap spandek atau galvalum. Tidak harus besar, yang penting sinarnya tertutup. Dengan mengurangi paparan cahaya, pertumbuhan alga dapat berkurang hingga lebih dari 70%.

Gunakan Penutup Tangki dan Pastikan Selalu Rapat

Sebagian pemilik rumah sering lupa menutup tangki air dengan benar setelah perawatan. Padahal, penutup tangki berfungsi bukan hanya untuk mencegah kotoran masuk, tetapi juga untuk menghentikan cahaya masuk. Pastikan tutup tangki air masih pas dan rapat. Jika sudah longgar, sebaiknya segera diganti atau ditambahkan karet pengunci agar cahaya benar-benar tersaring.

Tutup yang tidak rapat juga memungkinkan serangga, debu, atau daun kecil masuk ke dalam tangki. Benda-benda ini bisa menjadi sumber nutrisi bagi alga untuk berkembang.

Lakukan Pembersihan Rutin Setiap 3–6 Bulan

Sebagus apa pun perlindungannya, tangki air tetap harus dibersihkan secara berkala. Di dasar tangki, biasanya terbentuk endapan mineral, pasir halus, atau debu dari aliran air. Endapan inilah yang menjadi tempat hidup alga jika tidak dibersihkan.

Toren.iD biasanya merekomendasikan jadwal cuci tangki setiap 3 bulan untuk daerah yang airnya keruh atau banyak sedimen, dan setiap 6 bulan untuk daerah yang memiliki air cukup bersih. Dengan membersihkan secara rutin, lingkungan alga untuk tumbuh bisa dihilangkan sebelum berkembang.

Lakukan Pembersihan Rutin Setiap 3–6 Bulan

Sebagus apa pun perlindungannya, tangki air tetap harus dibersihkan secara berkala. Di dasar tangki, biasanya terbentuk endapan mineral, pasir halus, atau debu dari aliran air. Endapan inilah yang menjadi tempat hidup alga jika tidak dibersihkan.

Toren.iD biasanya merekomendasikan jadwal cuci tangki setiap 3 bulan untuk daerah yang airnya keruh atau banyak sedimen, dan setiap 6 bulan untuk daerah yang memiliki air cukup bersih. Dengan membersihkan secara rutin, lingkungan alga untuk tumbuh bisa dihilangkan sebelum berkembang.

Pastikan Tangki Air Terbuat dari Bahan Anti-UV

Saat memilih tangki air plastik, pastikan bahan luarnya menggunakan material anti-UV atau polyethylene food grade yang lebih tebal. Tangki berkualitas biasanya memiliki lapisan luar gelap yang mampu menahan cahaya matahari masuk.

Jika tangki yang kamu gunakan terlalu tipis atau warnanya mulai memudar, kemungkinan cahaya bisa menembus dan merangsang pertumbuhan alga. Pada kondisi seperti ini, memasang penutup tambahan atau melapisi permukaan luar dengan cat anti-UV bisa membantu.

Hindari Mengisi Tangki dengan Air yang Lama Tidak Digunakan

Tangki yang jarang terisi atau airnya diam terlalu lama dapat menjadi tempat alga berkembang. Pastikan ada sirkulasi air yang cukup, terutama jika kamu jarang menggunakan air di rumah (misalnya saat mudik atau rumah jarang ditinggali). Jika memungkinkan, kosongkan tangki sebelum ditinggal lama agar air tidak mengendap dan tidak menjadi sarang alga.

Mencegah pertumbuhan alga di tangki air plastik sebenarnya tidak sulit. Kuncinya ada pada menghindarkan tangki dari cahaya matahari, menjaga tutup selalu rapat, membersihkan secara rutin, dan memastikan kualitas air yang masuk tetap baik. Dengan perawatan yang benar, tangki air tidak hanya lebih awet, tetapi juga menjaga kualitas air untuk kebutuhan rumah tangga tetap higienis dan aman.

Jika kamu ingin tangki air dibersihkan secara profesional dengan hasil lebih maksimal dan cepat, Toren.iD menyediakan layanan cuci toren, kuras tandon, hingga perawatan tangki air plastik dan stainless.

Artikel terkait:

Toren.ID
Website |  + posts

Jasa Kuras dan Cuci Toren di Tangerang - Toren.ID

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *